Film Analysis : Imitation Game

By YDBP UI

August 26, 2015 | ... comments

*Angela Pingkan Pustika Rini

Imitation Game merupakan sebuah film yang dirilis pada 29 Agustus 2014. Film ini disutradai oleh Morten Tydlum yang menceritakan mengenai biografi Alan Turing yang diperankan oleh Benedict Cumberbatch dimana tokoh ini memiliki peran besar dalam memenangkan perang untuk sekutu pada perang dunia kedua. Alan turing bekerja sama dengan ahli kriptoanalisis lainnya untuk memecahkan enigma yaitu sebuah sandi atau kode yang digunakan oleh pemerintah Jerman dalam mengatur strategi penyerangan dalam perang dunia kedua. Alan Turing menciptakan sebuah mesin yang Ia beri nama Christopher (merupakan nama seorang teman lamanya dulu selama masih bersekolah) yang pada awalnya tidak dipercayai oleh semua orang bahwa mesin tersebut benar-benar bisa digunakan untuk memecahkan kode dan taktik perang Jerman. Karena setiap harinya taktik perang yang digunakan oleh Jerman berbeda-beda, dan hal tersebut terdapat dalam enigma yang untuk memecahkannya terdapat jutaan kemungkinan yang akan terjadi.

Film ini berhasil dinominasikan 8 kali dalam Academy Awards dan memenangkan Best Adapted Screenplay. Morten Tydlum berhasil membuat film ini tidak terasa berat dan menjenuhkan karena penggunaan latar waktu yang dinamis, yaitu terdapat dua latar waktu dimana di masa Alan Turing mulai mencari cara untuk memecahkan enigma, dan waktu dimana Alan Turing masih bersekolah dan mendapat perlakuan kurang baik dari teman-temannya

Kemampuan berpikir Alan Turing sangat luar biasa hingga akhirnya Ia bergabung dalam sebuah tim yang berisikan orang-orang pintar yang sama-sama berusaha untuk memecahkan kode enigma ini dan menjadi ketua tim tersebut. Disaat baru bergabung, Alan Turing adalah pribadi yang sangat egois karena dia merasa tidak membutuhkan orang lain dan hanya dirinya saja yang bisa memecahkan kode tersebut. Suasana didalam tim tersebut juga kurang baik dan mendukung. Namun, dengan bergabungnya Joan Elisabeth Clark wanita satu-satunya di dalam tim tersebut membuat suasana menjadi lebih baik dan tidak beku.

Kemauan Alan Turing untuk berubah dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yaitu mau mendengarkan orang lain,  serta kemampuan untuk belajar mempercayai orang lain dan kerja keras, tanpa pantang menyerah dalam memecahkan kode enigma ini menonjolkan sisi kepemimpinan dari Alan Turing. Seperti halnya diri kita sendiri. Jika kita memiliki kemampuan, namun tidak bisa menjaga perilaku kita kepada orang lain, maka orang lain tidak akan percaya dan tidak akan mau bekerja sama dengan kita. Sepintar apapun diri kita, jika tidak dibarengi dengan sifat yang baik kepada orang lain, maka tidak akan ada yang mau bekerja sama dengan kita sekalipun kita adalah ketuanya. Maka diperlukan kemauan dari dalam diri sendiri untuk dapat berubah. Perubahan ini dilakukan sedikit demi sedikit dimulai dari bagaimana cara kita berbicara dengan orang lain, cara kita bernegosiasi agar orang mau percaya dengan kemampuan yang dimiliki sehingga bisa bekerja bersama untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Kepemimpinan merupakan bagaimana kita bisa mengajak orang lain untuk mau bekerja bersama dengan kita.

Selain itu dalam film Imitation Game ini, sikap pantang menyerah, selalu berusaha sekuat tenaga tanpa putus asa juga ditunjukkan oleh Alan Turing. Hal ini terlihat saat Denniston (kepala militer saat itu) tidak percaya kepada Alan Turing dan mesinnya. Alan turing mencari untuk mendapatkan izin dengan menulis surat kepada Winston Churchill yang mendanai pembuatan Christopher. Sikap kepemimpinan lain yang dapat dipetik dari film ini adalah rela berkorban. Ketika Alan Turing tahu bahwa salah satu dari anggota timnya merupakan seorang mata-mata, Ia tidak segan-segan melaporkannya walaupun dirinya mendapat ancaman bahwa rahasia terbesar dirinya akan terbongkar yaitu bahwa dia adalah seorang homoseksual.

Dari sisi kepemimpinan, film ini memiliki nilai yang sangat baik. Walaupun pada awalnya pekerjaan yang kita lakukan tidak menampakkan hasil yang baik, namun dengan semangat yang tinggi, kemauan yang keras, sifat pantang menyerah, rela berkorban akan memberikan dampak yang baik bagi diri sendiri dan hasil yang kita dapatkan. “Leadership is about how you persuade other people.”

Amal Sederhana, Pengubah Dunia

By YDBP UI

March 26, 2015 | Tags: Motivasi | ... comments

Sesekali coba perhatikan baik-baik abang tukang bakso favorit Anda. Seperti apa ekspresi wajahnya saat Anda membeli bakso? Mungkin Anda tak pernah menaruh perhatian pada hal itu. Anda hanya perhatian pada rasa baksonya, besarnya kian hari, dan harganya. Saya juga begitu. Saya baru sadar bahwa abang tukang bakso juga tak kalah penting untuk diperhatikan setelah mendengar sebuah berita. Seorang ibu nekat minum racun serangga setelah memotong nadi tiga anaknya yang tengah tertidur lelap. Syukurlah usaha sang ibu tak berhasil. Baik bunuh dirinya maupun bunuh anak-anaknya. Mereka semua keburu terselamatkan lewat tindakan cepat seorang tukang bakso. Ayah dari anak-anak tadi dan suami dari si ibu. Abang tukang bakso mendapati kondisi mengenaskan tersebut sepulangnya dari berjualan bakso.

Saya baru sadar. Kita tak pernah tahu detail hidup orang yang kita temui. Kita tak tahu, dan mungkin tak merasa perlu tahu mengapa abang tukang bakso langganan kita hari ini melayani tanpa sapa. Mungkin kita memang tak perlu tahu. Tapi jika kita tahu apa yang sedang dialaminya hingga ia tak mampu ramah menyapa, apakah kita tak ingin sekedar berlaku sopan melipur lara hatinya? Saya percaya Anda yang peka perasaannya akan berkata ya. Bahkan jika bisa membantu membuatnya kembali tersenyum dan mampu menjejak dunia dengan tabah, Anda akan melakukannya. Hmm..jika ya, Anda mungkin punya bakat untuk jadi psikolog. 😉

Bukan hanya abang tukang bakso di berita tadi yang bisa bernasib malang (bahkan bisa dibilang tragis jika kasusnya seperti itu). Bisa tukang sayur, perawat rumah sakit, pelayan toko, kasir, penjual ikan asin di pasar dan…kita sendiri. Kemalangan yang sedang menimpa kita tentu semakin pahit rasanya jika berhadapan dengan sikap kasar dari orang lain. orang yang tak kita kenal tapi kita temui. Bayangkan jika kita sedang dirundung masalah, lantas sopir angkot yang kita tumpangi seenaknya kabur membawa kembalian ongkos kita. Semakin sewot kan rasanya. Atau saat kita sedang pusing memikirkan nasib, pelayan toko super jutek mengembalikan uang kita dalam wujud permen. Sungguh makan hati rasanya. Karena itulah, saya pikir konsep Islam tentang berlaku ihsan dan senantiasa berwajah manis sangat tepat dan humanis. Dalam ajaran agama Islam, berwajah manis pada orang yang kita temui adalah amal shalih yang tak pantas diremehkan. Saya yakin, dalam ajaran agama lain pun demikian. Mungkin Anda pernah merasakan, ketika hati sedang rungsing-rungsingnya, apoteker melayani kita dengan ramah. Bahkan menunjukkan kepedulian terhadap kondisi Anda. Tentu rasanya beda jika bertemu dengan apoteker yang melayani setengah hati, bahkan tanpa senyum.

Jadi..karena kita tak pernah tahu detail hidup orang yang kita temui, tak ada salahnya memberi senyum dan bersikap ramah. Siapa tahu, amal sederhana itu yang membantu kita membuka pintu surga.

Penerima Beasiswa YDBP UI Company Visit ke Nutrifood

By Nana

March 2, 2015 | Tags: beasiswa | ... comments

Pada tanggal 26 Februari 2013 kemarin, YDBP UI berkunjung ke PT Nutrifood indonesia di daerah Kawasan Industri Pulogadung dalam rangka melaksanakan program Company Visit untuk Batch 4.

company-visit2

Sambutan yang ramah dan terbuka ditunjukkan oleh Nutrifood diwakili oleh Mbak Dian Mariani dkk. Pada kesempatan itu, sebanyak 15 penerima dari Batch 4, satu dari Batch 2 dan 3 merasa sedang berkunjung ke suatu rumah bukan suatu perusahaan. Kantor dengan fasilitasnya yang di desain membuat nyaman bagi orang yang berada di dalammya.

Para penerima di temani oleh staff di Nutrifood untuk office tour yang dengan baik hati menjelaskan setiap rasa penasaran dan kekaguman desain setiap ruangannya itu. Selesai office tour, Penerima dikumpulkan di ruang Platinum untuk mengetahui lebih jelas mengenai Nutrifood.

Dari penjelasan yang diberikan, Nutrifood mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk bisa menjalani gaya hidup sehat dan yang terpenting dalam menjalani gaya hidup sehat adalah keseimbangan antara beberapa hal. Yaitu nutrisi yang tepat, latihan yang rutin serta istirahat yang cukup. Nutrisi yang tepat bisa dipenuhi dengan mengatur pola makan yang tepat. Mengkonsumsi buah dan sayur sebagai kebutuhan sehari-hari serta mengganti gula biasa dengan gula rendah kalori. Nutrifood ingin masyarakat tidak hanya mengenal Nutrifood dari produk-produk kesehatannya. Tetapi juga memperkenalkan gaya hidup yang sehat.

Diharapkan dengan kunjungan singkat ke Nutrifood pada hari Selasa lalu dapat memberikan manfaat bagi para penerima.

Melenting & Keluar dari Zona Nyaman

By YDBP UI

February 19, 2015 | Tags: Leadership, Training | ... comments

Melenting & Keluar dari Zona Nyaman

Keluarlah dari Zona Nyaman Anda. Saya yakin, anda pasti sering mendengar kalimat diatas. Sebuah motivasi sederhana yang mendorong anda untuk mencapai hal lain diluar apa yang telah anda capai saat ini. Melakukannya pun semudah mengucapkan kalimat tersebut. Anda cukup mengubah pola hidup (pekerjaan, perilaku, karakter, dll.) dan menetapkan tujuan anda. Namun, percayalah, sebesar apapun potensi anda dalam mencapai tujuan tersebut.

Menjadi 500 rupiah

By YDBP UI

February 19, 2015 | Tags: Hidup, Motivasi | ... comments

Menjadi 500 rupiah

Well informed dan unskilled, begitu kata om Pepeng. Banyak sekali manusia seperti ini dan kebetulan sayapun merasa seperti itu. Well informed dalam kamus oxford berarti having or showing much knowledge about a wide range of subjects, or about one particular. Orang yang tergolong well informed ini biasanya pandai dan rajin mencari informasi. Relasi dan referensi adalah sesuatu yang mereka kejar pagi dan malam. Adalah sebuah kepuasan ketika target pengumpulan informasi dapat tercapai.

Riset Membuktikan, Banyak Teman Panjang Umur

By YDBP UI

February 19, 2015 | Tags: Hidup, Motivasi | ... comments

Riset Membuktikan, Banyak Teman Panjang Umur

“Secara umum, peran persahabatan di kehidupan kita sangat tidak dihargai,” kata Rebecca G. Adams, profesor sosiologi di Universitas North Carolina, Greensboro. “Banyak penelitian soal keluarga dan pernikahan, tapi sangat sedikit yang membahas persahabatan. Padahal persabatan memiliki dampak lebih banyak pada kesehatan psikologi daripada hubungan keluarga.”